Pengetahuan
Lingkungan
1. Definisi Lingkungan dan Pengetahuan
Lingkungan
Munajat Danusaputre menjelaskan
bahwa lingkungan hidup ialah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya
manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia
berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan
jasad hidup lainnya. Menurut Sri Hayati
menjelaskan lingkungan hidup sebagai satu kesatuan ruang dengan semua benda
juga keadaan makhluk hidup. Yang termasuk didalamnya adalah manusia dan
perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia juga
makhluk-makhluk hidup lainnya. Menurut Sambas Wirakusumah menjelaskan bahwa
lingkungan hidup ialah semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme
hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.
lmu
lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Menurut
Soerjani, dkk (2006), ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia)
yang dilandasi dengan kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai
ilmu pengetahuan murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk
mendasari, mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia. Pengetahuan
lingkungan yaitu IPTEK yang mempelajari tentang proteksi lingkungan dari
penyebab potensial aktivitas manusia, proteksi masyarakat dari pengaruh yang
merugikan dan peningkatan kualitas lingkungan untuk kesehatan serta kehidupan
yang layak bagi manusia. Ilmu lingkungan (environmental science)
berasal dari dua kata yaitu ilmu
(science) dan lingkungan (environment). Ilmu: suatu upaya penggalian
pengetahuan tentang bagaimana bumi ini bekerja. Ilmu lingkungan: ilmu
interdisipliner yang memanfaatkan konsep dan informasi dari ilmu alam (ekologi,
biologi, kimia, geologi) dan ilmu sosial (ekonomi, politik, dan hukum) untuk
memahami dan mempelajari bagaimana bumi bekerja, bagaimana manusia memengaruhi
lingkungan (life-support system) dan
untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang sedang dihadapi manusia. Pengertian
lain mengenai lingkungan yaitu ilmu pengetahuan multi-disiplin karena
didalamnya mencakup berbagai bidang ilmu seperti kimia, fisika, ilmu
kedokteran, ilmu hayati, pertanian, kesehatan masyarakat, teknik sanitasi dan
lain-lain. Ilmu lingkungan adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena fisika
dalam lingkungan. Ilmu ini mempelajari tentang sumber-sumber, reaksi,
transportasi, efek dan kejadian fisik suatu spesies biologi di udara, air dan
tanah dan pengaruh dari kegiatan manusia terhadapnya.
2. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan
Suatu
ilmu yang sudah berkembang dan mengeluarkan banyak hasil, model, dan teori yang
semakin meningkat jumlahnya seperti ilmu lingkungan ini harus disadari oleh
asas yang kokoh dan kuat. Asas dasar ilmu lingkungan adalah hasil kerja sistem
deduksi dan induksi, oleh karena itu penyajiannya harus memungkinkan sesorang
bertindak secara demikian pula. Dengan kata lain asas dasar yang dikemukakan
disini adalah hasil deduksi atas asas dasar sebelumnya, yang selanjutnya dapat
digunakan untuk mengolah data secara induksi.
Asas
yang dikemukakan telah diberikan nomor untuk memudahkan mengingat kembali atau
mneguhubungkannya dengan asas dasar lain. Implikasi asas dasar sesuai dengan
gejala yang menyangkut diri manusia didalam zaman ilmu dan teknologi tetapi
sering dilupakan. Berikut adalah beberapa asas dalam ilmu lingkungan :
-
ASAS 1
Menyatakan
bahwa semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem
yang dianggap sebagai energi tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah
dari satu bentuk ke bentuk lain, serta tidak dapat hilang, dihancurkan, maupun
diciptakan. Asas ini adalah sebenarnya serupa dengan hokum Thermodinamika I,
yang sangat fundamental dalam fisika. Asas ini dikenal sebagai hukum konservasi
energi dalam persamaan matematika.
Contoh
banyaknya kalori, energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah oleh jasad
hidup menjadi energi untuk tumbuh, berbiak, menjalankan proses metabolisme, dan
yang
terbuang
sebagai panas.
-
ASAS 2
Menyatakan
bahwa tidak ada sistem perubahan energi sangat efisien. Misalnya pada Hukum
Termodinamika II yaitu “Semua sistem biologi kurang efisien, kecenderungan
umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yang tidak balik dan beradiasi
menuju angkasa.”
-
ASAS 3
Menyatakan
bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk pada
sumber alam. Asas ini merupakan Pengubahan energi oleh system biologi harus
Berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi
dilingkungannya. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan
energi sebagai sumber alam.Contohnya ruang yang sempit: dpt mengganggu proses
pembiakan organisme dengan kepadatan tinggi. Ruang yang terlalu luas, jarak
antar individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan
dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu. Jauh dekatnya jarak
sumber makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan populasi.
Waktu
sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan
mamalia dipadang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis di
lingkungannya, maka harus berpindah kelokasi yang ada sumber airnya. Berhasil
atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi
untuk menempuh jarak lokasi sumber air. Asas 3 ini mempunyai implikasi yang
penting bagi kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraannya
-
ASAS 4
Menyatakan
bahwa semua kategori sumber alam, jika pengadaannya telah maksimal, pengaruh
unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat
maksimum.
Asas
4 tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumberalam mempunyai batas optimum,
yang berarti pula batas maksimum, maupun batas minimum pengadaan sumberalam
akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi.
-
ASAS 5
Menyatakan
bahwa terdapat dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat
merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan.
-
ASAS 6
Menyatakan
bahwa Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada
saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut.
Asas
ini adalah pernyataan teori Darwin dan Wallace. Pada jasad hidup terdapat
perbedaan sifat keturunan Dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan
fisik atau biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga
timbul persaingan. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi akan kalah dalam
persaingan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu
menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif.
-
ASAS 7
Menyatakan
bahwa kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam
lingkungan yang mudah diramal.
-
ASAS 8
Menyatakan
bahwa sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal
tersebut bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup dapat
memisahkan takson.
Pengertiannya
adalah kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan
lingkungannya yang khas (niche), tiap spesies mempunyai niche tertentu. Spesies
dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan, karena
masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam.
-
ASAS 9
Menyatakan
bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi
produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.
-
ASAS 10
Menyatakan
bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas
dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani
evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi pada
lingkungan fisik yang stabil.
-
ASAS 11
Menyatakan
bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap. Arti
dari asas ini adalah pada ekosistem, populasi yang sudah dewasa memindahkan
energi, biomassa, dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum
dewasa. Dengan kata lain, energi, materi dan keanekaragaman mengalir melalui
suatu kisaran yang
menuju
ke arah organisasi yang lebih kompleks, atau dari subsistem yang lebih rendah
keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi keanekaragamannya. Contohnya
seperti pada hama tikus, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian
dilahan transmigran.
-
ASAS 12
Menyatakan
bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada
kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan. Pengertian dari asas ini adalah
populasi dalam ekosistem yang belum mantap, kurang bereaksi terhadap
perubahanlingkungan fisikokimia dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem
yang sudah mantap. Populasi dalam lingkungan dengan kemantapan fisiko kimia
yang cukup lama, tak perlu berevolusi untuk meningkatkan kemampuannya
beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil.
-
ASAS 13
Menyatakan
bahwa ingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadinya
penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudian
dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh.
Asas
ini merupakan penjabaran dari asas 7, 9 dan 12. Pada komunitas yang mantap,
jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat, sehingga apabila
terjadi suatu goncangan pada salah satu jalur, maka jalur yang lain akan
mengambil alih, dengan demikian komunitas masih tetap terjaga kemantapannya.
-
ASAS 14
Menyatakan
bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah
keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi
tersebut. Asas ini merupakan kebalikan dari asas ke 13, tidak adanya
keanekaragaman yang tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum
mantap, menimbulkan derajat ketidakstabilan populasi yang tinggi.
Sumber :
-
https://ahmadharisandi7.wordpress.com/2015/10/19/1-asas-asas-pengetahuan-lingkungan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar